DISODIUM HYDROGEN PHOSPHATE ANHYDROUS
- Category: Food
- Date 13-11-2023
DISODIUM HYDROGEN PHOSPHATE ANHYDROUS
Disodium hydrogen phosphate anhydrous (Na2HPO4) merupakan garam anhidrat dari asam disodium fosfat. Disodium hydrogen phosphate anhydrous memiliki ciri fisik berupa bubuk putih, tidak berasa, dan tidak berbau yang larut dalam air. .Disodium hydrogen phosphate anhydrous umumnya aman untuk digunakan. Namun, dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare, jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Berikut beberapa kegunaan disodium hydrogen phosphate anhydrous:
Industri makanan
- Bahan tambahan makanan untuk meningkatkan pH makanan, seperti minuman, saus dan makanan kaleng
- Bahan pengental untuk membantu membuat makanan menjadi lebih kental, misalnya saus, salad dressing, dan es krim
- Agen pengikat dalam daging, ikan dan produk makanan laut
- Bahan pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur
Industri farmasi
Disodium hydrogen phosphate anhydrous digunakan sebagai bahan baku untuk membuat obat-obatan, seperti obat antasida dan obat-obatan untuk penyakit ginjal
Industri bahan kimia
- Pembuatan deterjen: Disodium hydrogen phosphate anhydrous digunakan dalam pembuatan deterjen untuk membantu menghilangkan noda dan kotoran.
- Pembuatan sabun: Disodium hydrogen phosphate anhydrous digunakan dalam pembuatan sabun untuk membantu membuat sabun lebih lembut dan lebih efektif.
- Pembuatan pupuk: Disodium hydrogen phosphate anhydrous digunakan dalam pembuatan pupuk untuk membantu tanaman menyerap nutrisi.
Berikut beberapa manfaat kesehatan disodium hydrogen phosphate anhydrous:
- Membantu penyerapan kalsium: DSPA dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh. Hal ini karena DSPA dapat mengikat oksalat, yang merupakan zat yang dapat menghambat penyerapan kalsium.
- Membantu mengatur pH darah: DSPA dapat membantu mengatur pH darah. Hal ini karena DSPA dapat bertindak sebagai basa.
- Membantu mencegah batu ginjal: DSPA dapat membantu mencegah batu ginjal. Hal ini karena DSPA dapat mengikat oksalat, yang merupakan zat yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
Share This